happybirthdayme::

Menyandang status sebagai birthdayunbeliever memang nggak seharusnya saya memandang hari ini adalah suatu hari yang spesial. Tapi status saya yang lain sebagai exchange student yang tidak merasakan ulangtahun tahun kemarin, membuat saya iri untuk merasakannya kembali tahun ini. Mau nggak mau saya berharap juga segelintir orang akan ingat dan setidaknya menunjukkan pada saya kalau dia ingat. Mau nggak mau saya harus menggelar sesuatu yang membuat segelintir orang itu ingat agar saya dapat merasakan juga segelintir perhatian dari mereka. Itu kan tujuan diadakannya ulangtahun? Tapi lagi-lagi ulangtahun membuat saya merenung. Anthrax, flu burung, terorisme, uang palsu, benar-benar merusak ulangtahun saya. Saya semakin sadar dunia ini memang dekat sekali dengan akhirnya. Iyalah, makan ayam nggak boleh, makan daging nggak boleh, kita mau dapat kesenangan dunia darimana?(bagi saya kesenangan dunia adalah hanya berputar pada makanan). Sebentar lagi mungkin ikan-ikan di laut juga akan keracunan. Benar-benar kiamat. Saat inilah saya merenung apa ulangtahun kali ini saya harus berwajah masam atau unmasam. Susah juga karena nggak ada orang yang bisa disalahin dari semua ini. Kalau mau berwajah masam, masam sama siapa? Yang ada teman-teman saya kira saya pusing gara-gara UTS. Goddammit. Mau berwajah happy-happy saja, dikira enggak peka sama lingkungan.
Tapi ya sudahlah, menyandang status sebagai birthdayunbeliever memang tidak seharusnya saya menganggap hari ini spesial, apalagi memikirkan wajah apa yang harus saya buat nanti.

No comments:

trashes