fordittowicaksonobarangsiapayangtidaklainbajuitusendiri.

Baju yang saya dapat cantik sekali, ah tidak ada yang memungkiri.

Kemarin lalu berputar-putar mengais rindu akan sebuah baju, ih, baju itu melirik saya. Saya lihat sekilas, di sampingnya ada yang lebih bagus! Manis! Renda-renda, dan bermotif bunga-bunga, tapi ah sayang modelnya tank-top, uh bulu ketek saya mau disimpan kemana nanti? Kembali baju sebelum tadi melirik saya, dan putuskan untuk lihat-lihat modelnya. Sederhana tetapi terangkai dengan seni, berkualitas dan cantik sekali. Tanya saran sana-sini, ah dibilang baju itu trend masa kini, semua suka, semua beli. Saya coba di ruangan kaca-kaca, dan berputar-putar seperti ratu pagi. Saya keluar semua bilang cocok dan pantas, saya beli. Sesampainya di rumah, saya tak sabar untuk cobanya lagi, ah, Ibu bilang baju yang saya dapat cantik sekali. Tersanjung saya berjalan-jalan keluar di taman, semua bilang baju yang saya dapat cantik sekali. Lebih tersanjung saya berjalan-jalan memainkan ironi, semua bilang baju yang saya dapat cantik sekali, ah memang tidak ada yang memungkiri! Tapi terlalu cantik sehingga saya ragu untuk memakainya lagi, saya simpan ia dalam kotak bersekat dan ia pun tergantung rapi. Kadang-kadang saya tengok dan memakainya sesekali, hanya di dalam sebuah ruangan penuh mimpi-impi, dengan kami sebagai kekasih. Sesekali berdansa-dansi, bernyanyi penuh lirik-lirik santri. Ah, saya tidak ingin memakainya setiap hari membuat ia bergaul bersama debu-debu deterjen dan kesalahan-kesalahan asisten rumah tangga kami, karena ia yang kemarin saya dapat itu terlalu cantik sekali, dan tidak ada yang memungkiri!

No comments:

trashes