O, malam yang panjang dan setia,
Dalam Dermaga nan kotor akan luka bencana, Disini kami menengadah mencoba bertanya,
Separuh dari keramahan bulan menjawab dengan berdesir,
“Hidup ini hanyalah kediaman berTuan,”
O, kami balik bertanya,
“Tantangan macamkah yang disiapkan sang Tuan,”
Tiga bintang tertawa mendera,
“Tak lain tak ubah pikiranmu sendiri,”
O, bodohnya kami, menguras otak tetap tak dapat mengerti,
“Jadi semua yang ada,”
“Adalah permainan pikiran kami?”
Sahut menyahut burung layang-layang,
Cumbu-mencumbu pasangan yang melayang-layang,
“Melainkan adalah permainanmu akan pikiran,”
Kami seperti ditimbun angan-angan,
Semua kesusahan kami, berujung pada pikiran,
--ancolbaycity;july4th--
No comments:
Post a Comment